Faith and Logic Wednesday, Aug 26 2009 

Yuhuuuu…I’m back. Alasanku kali ini pengen update blog bermula dari 2 hari lalu (24 Agt 2009), sebenernya dari tgl 24 uda pengen update tapi gara-gara sorenya mendadak demam jadi ya malah terkapar de bukannya update.

Back to topic….cukup curcol (curhat colongan)-nya, jadi 2 hari lalu aku baca sepenggal kalimat yang kira-kira isinya : “smart dan memiliki iman yang kuat…sungguh kombinasi yang langka”. Buat yang mau tau dari mana aku baca tu kalimat bisa japri, kalo ketik asal muasalnya disini takut kepanjangan…hehehehe, tapi kalo anak AIA (esp. STGers) sih mestinya tau tu kalimat dari mana :p. Ok….cerita pun berlanjut, kalimat itu membuat aku jadi berpikir, berarti mungkin kombinasi orang antara otak n iman bisa dikelompokkan antara lain sebagai berikut :

  1. Pinter n percaya Tuhan
  2. Pinter n ga percaya Tuhan
  3. Ga pinter n percaya Tuhan (nah aku disini)
  4. Ga pinter n ga percaya Tuhan

Sekarang kita coba bahas lebih lanjut satu persatu dari 4 kelompok itu :

1. Pinter n percaya Tuhan

Hmmm…kombinasi yang langka, selain bertumbuh dalam pikiran dia juga bertumbuh dalam iman. Mungkin dengan kecerdasannya dia justru menemukan kebaikan Tuhan, dibalik setiap kesuksesannya dia menyadari ada tangan lain tak terlihat yang menopang dan membantunya. Btw tangan lain tak terlihat itu maksudnya tangan Tuhan lhoh bukan tangan makhluk halus lainnya -.-“.

2. Pinter n ga percaya Tuhan

Kalo yang ini mungkin alasannya sebagai berikut :

  • biasanya semakin pintar seseorang logika mereka akan semakin jalan dan pada akhirnya mereka jadi semakin banyak bertanya, antara lain semakin mempertanyakan keberadaan Tuhan yang memang pada dasarnya tidak bisa dilogika, dan karena tidak bisa masuk logika mereka maka diambil kesimpulan kalo Tuhan itu tidak ada.
  • Atau mungkin, karena semakin pintar seseorang maka dirasa tidak membutuhkan bantuan pihak lain (atau Tuhan), mereka bisa menyelesaikan semua persoalan dengan (lagi-lagi) logika dan kejeniusan tingkat tinggi mereka.

3. Ga pinter n percaya Tuhan

Kelompok ini mungkin karena ga pinter, ga kreatip makanya percaya-percaya aja kalo dibilang Tuhan tu ada. Hmmm….but wait, kalo aku inget-inget lagi…..kalo aku pribadi ga gitu sih. Dulu aku juga sempat tiba-tiba mempertanyakan tentang Tuhan, tapi belum sempet bertanya-tanya lebih lanjut dah keburu ditampar duluan ama Tuhan, seolah-olah Dia pengen bilang : “woi…sadar woi”. Dari tamparan itu aku merasa ada tangan lain yang lebih hebat n berkuasa dari aku. Tapi selain sakit gara-gara ditampar aku juga nemuin kasih sayang dari sahabat n keluarga, n ntah dari mana aku percaya kalo tangan-tangan mereka itu ya sebenarnya dari Tuhan. Aneh? Ga masuk logika? Emang gan, kadang apa yang kita percaya ga selalu bisa masuk logika.

4. Ga pinter n ga percaya Tuhan

Terus mengenai kelompok yang ke empat….kalo yang ini kira-kira kenapa ya….hmmm…mungkin karena tidak tahu apa yang bisa dipercaya?

Di kelompok mana kalian berada ato pengen berada? It’s up to u (and me) guys. Aku ga bilang orang yang percaya Tuhan lantas selalu lebih baik dari yang ga percaya, karena orang percaya Tuhan juga bukan jaminan kelakuannya selalu baik. Ato mungkin sebaliknya ga percaya Tuhan lebih baik dari yang percaya, lha kalo kelakuannya merugikan orang lain ya ga baik ta? Ato orang pinter lebih baik dari yang ga pinter? Hooo tentu tidak, soalnya aku ga pinter jadi aku ga trima kalo orang pinter dibilang lebih baik…….ga dink, becanda, maksudku bisa jadi kan orang pinter tapi kepinterannya buat nipu ampe merugikan orang lain, nah lhoh, jadi ga baik juga kan. Saiah ini juga bukan sapa-sapa yang boleh bilang kelompok mana yang lebih baik, kita hidup di dunia dikasi kebebasan untuk memilih. Lewat blog ku kali ini aku cuma pengen share aja 1 kalimat simple yang uda bikin aku tertarik. Kalimat yang mana tu? Lha ya kalimat yang tadi itu, “smart dan memiliki iman yang kuat…sungguh kombinasi yang langka”.

Rasanya sekian dulu postingan kali ini, mungkin kalo ada yang mau nambahin, monggooooo….

Be Happy, please Sunday, May 3 2009 

Uda mayan lama ya aku ga update blog…hahaha…yaaa ntah kenapa tiba-tiba pengen update blog sebentar.

Postingan kali ini aku mo masukin notes dari facebook temenku. Berikut isi notes dari temenku yang menginspirasi waktu dulu aku pernah bingung ama arti kebahagiaan :

Kebahagian adalah sebuah kata yang bisa menjadi sangat mengerikan untuk dimengerti, seperti suatu paksaan atau dorongan yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Seseorang yang tidak merasakannya akan dengan sekuat tenaga mendapatkannya, dengan harga yang sangat mahal… bukan hanya dalam hitungan rupiah, tapi kadang dengan pengorbanan yang pamrihnya adalah “kebahagian”…..

Semakin kita dewasa, maka “kebahagian” akan semakin bias maknanya…. kita bukan lagi seseorang yang bersyukur dengan tulus seperti pada saat kita kecil, bila mendapat sepeda baru, mendapat baju baru, naik kelas, mendapat pelukan hangat dari orang tua, ataupun pertama kali jatuh cinta….*sudah berlalu 20 tahun lamanya*
Semuanya begitu membahagiakan….jujur atau tidak, mungkin saat itulah yang paling kita rindukan…

Saat ini, aku sadar betul bahwa tidak semua yang kita miliki dapat membahagiakan kita, tapi hadirnya seseorang yang selalu menemani disaat kita tidak merasakan kebahagian itulah yang paling aku syukuri… dan saat itu membuatku sadar bahwa airmata kepedihan tidak selalu buruk karena selalu ada kelegaan setelahnya.

Hidup tidaklah puluhan tahun lamanya…kadang waktu yang diberikan begitu singkat, dan banyak orang merasa dikejar oleh “kebahagian” itu sendiri… tak banyak orang yang dapat menjangkaunya walaupun dia mengejarmu….karena apa? karena kita terlalu sibuk mendefinisikannya… sehingga semuanya jadi kosong dan tidak berarti… padahal esok hari kita masih bernafas adalah “kebahagiaan” yang tidak ternilai harganya, karena kesempatan merasakan “kebahagian” itu masih ada…. kenapa mengeluh?

Kata terakhir adalah “bersyukur” atas apa yang kita miliki, maka “kebahagian” ada di dalam hati kita masing-masing, tidak perlu dikejar karena it stays in our heart forever…. Tuhan telah memberikannya tanpa pamrih…. semua yang kita butuhkan termasuk “kebahagian” earn it….enjoy it… n thank for it…

—————————————————————————————————————————————————

Memang benar kadang aku merasa bias dengan arti “kebahagiaan”. Mungkin pikiranku masih seperti pikiran anak kecil, bahwa aku akan bahagia apabila yang aku ingini tercapai, namun sayangnya seringkali hidup tidak seperti itu, dan akhirnya yang ada adalah keluhan, “hhhh…kenapa sih aku harus begini or begitu” ato “seandainya saja dulu aku…”  ato “bukan jalan ini yang aku inginkan…” dan masih banyak keluhan-keluhan yang lain. Seolah aku tidak pernah diam n merenung sejenak, melihat sekelilingku apa saja yang telah kudapat dan kumiliki. Padahal mungkin karena aku tidak mendapat hal yang aku inginkan, ada hal lain yang menungguku yang tidak kalah menariknya, who knows. Siapa sih yang bisa tau bahwa kita sedang menjalani nasib mujur or sial, toh dari mujur bisa jadi sial dan dari sial bisa jadi mujur. Dan ketika aku ’sial’, aku punya orang-orang disekelilingku yang dukung aku.

Dari notes itu aku diingatkan kembali untuk “bersyukur”, bila kita melihat segala situasi dari sisi positif maka kita akan bisa bersyukur, dan dengan bersyukur maka kebahagiaan itu datang dengan sendirinya. Jadi, mungkin bila aku meminta kepada Tuhan : “Tuhan, aku meminta agar Engkau memberiku kebahagiaan”, mungkin Tuhan akan menjawab tidak, karena Ia telah memberi banyak berkah, kebahagiaan tergantung dari diri kita sendiri.

So, for my friends (and me :p)….be happy, please :)

NB : special thanks to cie dew for the note :)

JUAL : kamera bisa berenang 99% mulus ^^ Monday, Mar 9 2009 

bantuin temen jualan ni…klo berminat silakan hubungi langsung no telp di bawah ya…jangan tanya aku…coz bukan aku yang jualan, hehehehe.

Sanyo Xacti VPC-CA65 bergaransi DS.
waterproof cond.99%
camcorder/digicam Sanyo Xacti CA65 waterproof 1.5m :

still image 6mp,video rec 640×480 30fps.
bisa di dalem air max 1,5m
kondisinya berjalan normal dijamin seperti baru
garansi datascript 1 tahun sampe july 2009
kond 99%—->1% karena uda pernah dipakai.kalo barang dijamin muluuus
warna biru langit, cocok banget kalo ke pantai ato berenang

pembelian nya dapet fullset: batre li-ion, batre charger, usb cable, av cable, xacti software, soft case + hand strap dan memory 1GB.
alesan jual karena BU dadakan.lokasi di Tangerang.
foto mnyusul ya..barang nya dijamin mulus kok.

jual santai aja 3,15 jt bisa nego dikitttt.

minat, hubungi : 021-999-462-88

When I Fall… Sunday, Feb 22 2009 

Apakah ada yang mengira kalo aku bakal nyanyi lagunya Nat King Cole yang berjudul When I Fall In Love? Well, kalo ada yang nebak gitu, anda kurang beruntung….hehehe. Postingan kali ini sama sekali ga ngebahas soal fall in love. Tapi maksud dari ‘fall’ judul di atas itu ya maksudnya jatuh beneran, dalam arti harafiah, yang ada suara gedubrak nya gitu –‘.

Jadi aku mau cerita soal kejadian hari kamis tanggal 19 Februari 2009. Hari itu sebelum makan siang aku jatuh dari kursi ku di kantor. Kenapa bisa jatuh? Berikut kronologisnya. Waktu itu aku pengen ambil barang dari drawerku yang laci bawah. Nah drawerku itu posisinya di belakangku. Buat buka tu drawer aku puter posisi kursiku jadi menyamping dulu, kemudian maksud hati ingin menggeser kursi deketin drawer, tapi tiba-tiba roda kursiku ga mau jalan (ntah nyangkut di karpet ato posisi rodanya yang belom bener makanya tu roda ga mau muter). Trus karena aku males berdiri jadilah aku paksain tanganku buat buka tu laci bawah coz aku pikir kayaknya tanganku nyampe kok. Belom sampe tanganku di pegangan laci bawah, tiba-tiba aku ngrasa kursiku makin miring. Dalam hati aku cuma bisa bilang : lhoh kok kursiku makin miring ya…eh lhoh…eh lhaaahhh….GUBRAKK!! Sedetik kemudian aku sukses mendarat di karpet n kursiku pun jatuh. Dalem ati aku bilang : duuh…moga-moga ga ada yang denger. Tapi harapanku itu pun langsung pupus, karena ga lama kemudian temen-temenku yang duduknya jauh dari mejaku pun berteriak (aku lupa sih mereka teriak apa coz uda saking malunya, pokoknya komentar aku jatuh itu dah), dan kayaknya emang ga mungkin banget sih kalo ga ada yang denger coz suara kursiku yang jatuh itu bener-bener keras. Waktu itu rasanya pengen ngumpet aja dah, maluuuu…. Trus temen 1 tim n supervisor ku yang pada duduk di seberang dateng buat nolongin…..plus ngetawain juga sih –‘. Lhoh wait, temen yang duduk di sebelah Silvi waktu jatuh lagi ada dimana? Ya dia lagi duduk di tempatnya n ktawa dengan puasnya ga brenti-brenti –‘. Dia bilang, begitu aku jatuh dia sempet berdiri buat ngliat keadaanku, tapi setelah dia tau kalo aku gpp, maksudnya kepala ga kepentok, dll, dia langsung duduk lagi n langsung ngakak ga brenti-brenti itu tadi. Thx ka, u uda ngecek keadaanku dulu. Mungkin waktu itu muka ku dah merah banget kayak tomat coz aku berasa pipiku panas gara-gara malu. Habis itu aku duduk lagi di kursiku n cuma bisa nyembunyiin muka ku di belakang monitor, walaupun kayaknya sia-sia juga sih ngumpet gitu –’.

Yah…jadi hikmah apa yang bisa diambil dari kejadian tersebut?

  1. Jangan males…kalo males berdiri kayak aku ya akibatnya begitu….jatuh de –‘
  2. Belajar nertawain kekonyolan diri sendiri? yaahh…waktu itu aku ya cuma bisa ketawa –‘

Aku ga tau ada hikmah apa lagi dah…hahaha. Tapi dari kejadian aku jatuh dari kursi itu aku juga jadi inget kalo hidup ku n hidup kita juga ada kalanya ngalamin ‘jatuh’ kayak gitu. Misal ‘jatuh’ karena kesandung hal yang ga mengenakkan, ada kalanya aku bisa bangun sendiri n langsung berasa gpp, tapi juga ada kalanya waktu aku jatuh ada perasaan buat males bangkit n berdiri lagi, karena aku udah ngrasa cape, aku sudah susah payah berdiri yang ada selanjutnya aku bakal dijatuhin lagi, so untuk apa aku bangkit lagi? Tapi selalu ada temen yang tiba-tiba dateng n ngulurin tangan buat bantu aku berdiri lagi, berat memang rasanya buat berdiri tegak lagi, tapi seolah-olah teman-teman slalu kasi support kayak kasi support ke anak kecil yang baru blajar berjalan. Mereka slalu kasi semangat : ayo Sil, melangkah terus, bcoz life goes on. Mungkin kalo pada baca postinganku dari yang pertama ada yang bosen karena aku slalu mengungkit soal temen-temenku, tapi memang kalo ga ada mereka mungkin sekarang aku cuma orang gagal yang menyedihkan? hahaha.

Well, sekian dulu postingan ku kali ini yang rada ga penting, aku tutup dengan kata-kata yang  tadi aku baca di gereja : laut yang tenang tidak akan membuat seorang pelaut menjadi ahli.

“Tuhan, Engkau tidak adil” Sunday, Feb 8 2009 

Sore ini saya pergi ke gereja, ada yang mau komen, “Tumbeenn” ? silakaaann….hahahaha. Pada misa sore tadi, menurut saya khotbah dari pastor sangat berkesan, berikut ini kira-kira isi dari khotbahnya :

Ada 2 cerita, yang pertama adalah cerita mengenai 2 prodiakon yang sedang dalam perjalanan untuk melakukan pelayanan gereja. Di tengah perjalanan tiba-tiba ada motor yang menyalip mereka dan mencipratkan air sehingga baju mereka menjadi kotor. Setelah itu sumpah serapah pun keluar dari mulut mereka, dan ketika sedang mengumpat tersebut mereka berdua tidak menyadari ada lubang besar di hadapan mereka, maka mereka berdua pun terperosok ke dalam lubang tersebut. Akibatnya yang seorang tulangnya retak dan seorang lagi badannya lecet-lecet. Kemudian mereka pun menghujat Tuhan dengan berteriak, “Tuhan, Engkau tidak adil. Engkau tahu bahwa kami sedang dalam perjalanan untuk melakukan pelayanan, namun mengapa Kau biarkan kesialan seperti ini menimpa kami.”

Cerita yang kedua adalah mengenai sepasang suami istri muda yang baru saja menikah. Mereka berdua aktif dalam pelayanan gereja, rajin berdoa, dan setiap Minggu pun mereka pasti datang ke gereja untuk mengikuti misa/ kebaktian. Namun setelah beberapa saat menikah mereka belum juga dikaruniai anak, maka mereka pun memohon pada Tuhan supaya dikaruniai anak. Setelah 4 tahun menunggu, maka sang istri pun mengandung bayi kembar. Namun sayangnya pada saat persalinan salah 1 bayi meninggal dalam kandungan dan hanya 1 bayi yang lahir dengan selamat. Tapi ternyata kebahagiaan itu pun tidak berlangsung lama, bayi yang 1 itu pun beberapa jam kemudian meninggal. Setelah itu suami-istri tersebut merasa sangat terpukul, dan mereka pun menyalahkan Tuhan, “Tuhan, Engkau tidak adil. Kurang apa kami ini, kami selalu aktif dalam pelayanan dan kegiatan gereja, kami selalu rajin berdoa. Tapi mengapa kebahagiaan kami ini Kau renggut? Mengapa kami hanya boleh bersama anak kami selama beberapa jam saja.”

Pernahkah kita juga mengalami kejadian seperti 2 cerita di atas tersebut? Kita pernah berteriak bahwa Tuhan tidak adil. Kita merasa telah begitu taat pada Tuhan dan kita telah berusaha keras, namun kekecewaan yang kita dapat. Bahkan kita suka membandingkan dengan orang lain. Mengapa si A yang hidupnya selalu foya-foya, tidak pernah ke gereja namun hidupnya mulus-mulus saja bahkan usahanya sukses. Tuhan tidak adil.

Namun ingatkah kita pada pepatah yang sering mengatakan : manusia merencanakan namun Tuhan yang memutuskan. Bukan rancangan kita yang akan terjadi namun rancangan Tuhan lah yang akan terjadi.

Mungkin ada baiknya kita ambil 1 contoh dari tokoh besar, yaitu Yesus. Kita semua tahu bahwa selama hidupnya Yesus selalu taat kepada Bapa-Nya. Ia rajin berdoa dan Ia selalu menolong orang dengan menyembuhkan banyak penyakit, melakukan mukjizat dimana-mana dan memberikan pengajaran yang baik. Namun apa yang Ia dapat pada akhir hidup-Nya? Ia wafat dengan cara disalib, disiksa, diperlakukan seperti penjahat. Dan apa yang terjadi setelah itu? Ia dibangkitkan dan dimuliakan.

Begitu pula dengan hidup kita. Kita harus bersabar dengan jawaban yang akan Tuhan berikan. Jawaban tersebut memerlukan waktu dan proses. Selama dalam proses itulah iman dan kepercayaan kita diuji. Goyahkah kita? Atau masihkah kita sepenuhnya percaya kepada kehendak Tuhan?

Yah begitulah kira-kira isi dari khotbahnya. Setelah mendengar khotbah tersebut aku merasa ditampar. Ya, bisa dibilang aku juga salah satu yang pernah berteriak kepada Tuhan, “Tuhan, Engkau tidak adil. Kesalahan apa memangnya yang pernah aku lakukan? Mengapa seolah-olah aku Kau paksa berada dalam situasi seperti ini?”. Aku akui terkadang aku merasa lelah berjuang, lelah menangis, lelah berada dalam kecemasan, lelah berada dalam kebimbangan, lelah menunggu jawaban-jawaban dari Tuhan atas pertanyaan-pertanyaan yang ada di hatiku. Kapan Tuhan mendengar suara hatiku? Kapan pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab? Kemudian ada temanku yang mengatakan, “Lhoh….Tuhan selalu dengerin suara hati kita kok. Dan Dia pasti akan memberikan jawabannya. Jawaban nya hanya ada 3 macam : Ya, yang berarti segera dijawab, tunggu nanti, atau tidak. Dia hanya meminta kesabaran dan kepercayaan dari kita. Jangan tergesa-gesa, pada saatnya nanti ketika rencana Tuhan itu datang kamu pasti tau kok, bahwa ini jawaban dari Tuhan, bagaimana cara mengetahuinya? Bila damai sejahtera yang ada di hati kamu, maka itu dari Tuhan, selain itu berarti bukan.”

Bingung? Don’t worry, terus terang aku juga belum bisa sampai ke tahap seperti itu, menjadi orang yang bisa sabar dan bersyukur senantiasa dalam kondisi apapun. Aku cuma manusia biasa yang seringkali terjatuh bahkan kadang terjatuh dalam kesalahan yang sama. Namun 1 hal yang aku tau pasti, Tuhan menyayangiku. Dari mana aku tau itu? Aku merasakan kasihnya dari teman-teman dan keluargaku. Aku dikelilingi oleh orang-orang hebat yang selalu tidak bosan-bosan nya kasi support ke aku. Sering kali ketika aku sedang berada dalam kondisi yang buruk, sangat down dan bahkan ingin menyerah, pada akhirnya aku selalu dikuatkan oleh orang-orang yang aku sendiri tidak menduga bahwa mereka yang akan memberikan dukungan ke aku. Ya, dukungan dalam cara dan oleh orang-orang yang tidak pernah aku duga. Bahkan terkadang tanpa aku cerita apapun, mereka bisa menyapa, sungguh membuatku menjadi terheran-heran klo diingat lagi. Kasih dalam berbagai bentuk itulah yang mampu membuatku bangkit lagi. Dan aku yakin Tuhan memang sungguh mengasihi kita semua.

Dari situ lah aku ingin mulai mencoba untuk benar-benar bersabar, berserah n percaya sama Tuhan. Aku tahu itu bukanlah proses yang mudah n cepat. Aku tidak tahu kapan pertanyaan-pertanyaan itu terjawab. Mungkin suatu saat aku bakal mengeluh kembali dan lagi-lagi terjatuh, tapi aku berharap pada saat itu Tuhan bakal kasi aku kekuatan lagi untuk bisa bangkit lagi.

Ok, postingan kali ini aku tutup dengan 1 bait lagunya Brian Littrell yang berjudul You Keep Givin’ Me:

You keep givin’ me joy
You keep givin’ me happiness
You keep givin’ me hope
You keep givin’ me everything I wish
You keep givin’ holding me
When I’m about to fall
And if even all of that was not enough
You keep givin’ me love

GBU my friends :)

Antara Binus dan Karawaci Saturday, Jan 31 2009 

Hari Rabu yang lalu….atau hari Kamis ya…..yah pokoknya sekitar hari Rabu or Kamis tgl 28/ 29 Januari saat makan siang ada teman yang bertanya pada saya, “Lebih enak tinggal di Binus ato Karawaci Sil?”. Saya pun kemudian menjawab,”Hmm…ya masing-masing ada enak n ada ga enaknya”.

Untuk yang merasa bingung mengapa ada pertanyaan seperti itu, saya akan mencoba flashback sebentar. Jadi dulu saya kuliah di Binus dan saya ngekos di daerah Binus (buat yang ga tau Binus tu di daerah Rawabelong, Jakarta Barat) sampe saya lulus dan pada akhirnya mencari kerja dengan penuh darah dan air mata. Hiperbolis? biarin…hahaha. Dan setelah banyak darah dan air mata itu tadi endingnya saya kerja di AIG Life, Lippo Karawaci. JREEENGG! Jauh juga ya kalo tiap hari harus bolak balik Binus-Karawaci. Karena merasa malas harus menempuh jarak yang jauh itu lah maka saya memutuskan untuk pindah kos ke Karawaci saja. Dan saya juga berpikir bahwa ini kesempatan buat saya untuk memulai lembaran baru dengan lingkungan dan komunitas yang benar-benar baru.

Sekian flashbacknya, semoga ga ada yang bingung lagi…hehehe.

Nah tadi kan saya bilangnya masing-masing ada enak dan ada ga enaknya, apa aja tuuhh, silakan simak uraian berikut ini :

BINUS

Ga enaknya :

  1. Rame angkot n bajaj
  2. Karena rame angkot n bajaj itu tadi so pasti polusi nya tinggi donk, baik polusi udara maupun suara
  3. Karena jalan raya di binus itu kecil (menurut saya itu termasuk kecil) padahal mahasiswanya ribuan dan banyak yang bawa kendaraan plus ditambah para angkot-angkot tadi yang suka berhenti ato ngetem sembarangan maka sering terjadi yang namanya MACET.
  4. Karena jalan yang kecil itu tadi maka trotoarnya pun ala kadarnya (ntahlah kayak gitu bisa disebut trotoar ato kaga –‘) jadi kalo mo jalan kaki ga nyaman. Apalagi di sepanjang jalan syahdan, ga ada sama sekali yang namanya trotoar, jadi kalo mo jalan kaki ya ati-ati aja jangan sampe keserempet kendaraan yang lewat.

Enaknya :

  1. Karena sudah 3,5 tahun disana mulai dari awal kuliah, maka temen saya banyak, ntah temen kuliah ato temen kos. Ga pernah sendiri de.
  2. Tempat makan dimana-mana, jadi kalo laper kepleset dikit aja sudah bisa sampe tempat makan n kenyang, murah-murah pula. Konon, tinggal teriak pun juga bisa, tanpa harus kepleset.
  3. Mo cari apapun ada n deket. Misal mo beli kebutuhan sehari-hari? Ada indomaret or alfamart. Mo fotocopy? Tempat fotocopy dimana-mana. Cari warnet? Menjamur dimana-mana dah. Beli buku? Ada yang namanya toko buku Laysin yang lokasinya strategis. Mo sewa komik? Wah ini juga dimana-mana. Pokoknya tanpa harus ke mall juga bisa kok, tinggal meluncur dikit aja beres dah.

KARAWACI

Ga enaknya :

  1. Kalo mo cari makan jangan harap dengan kepleset (apalagi tinggal teriak) bisa dapet makan. Di Karawaci kebanyakan adanya delivery, jadi anda harus membuang sedikit pulsa untuk pesan makanan dan setelah itu pun harus menunggu dengan sabar.
  2. Karena kos-kos an disini kebanyakan isinya anak-anak mahasiswa UPH dan banyak mahasiswa UPH yg rumahnya di Jakarta jadi mereka pun setiap weekend sering pulang ke rumah or kalo ga pegi ama cowonya (saya malas berkomentar lebih jauh soal yang ini…hahaha). Alhasil saya jadi ada kerjaan sambilan kalo pas weekend, yaitu jadi penunggu kos. Tapi di kos saya yang baru ini lebih enak sih, karena ada beberapa orang kantoran juga, jadi kalo weekend saya ga sendirian lagi…hehehe
  3. Kalo mo beli kebutuhan sehari-hari cuma sekedar sabun, pasta gigi dll, disini juga ada beberapa minimart sih, tapi kalo mo beli buku ya anda harus ke mall. Ato mo sewa komik? Ya meluncurlah ke daerah ubud yang tentu saja kalo ditempuh dengan jalan kaki anda akan kehabisan napas –‘.

Enaknya :

  1. Soal lingkungan? Wah jangan ditanya, di Karawaci benar-benar bersih n tertata rapi. Kalo anda dari Jakarta yang penuh dengan polusi dan kemacetan itu kemudian masuk ke Karawaci, maka anda akan serasa di dunia lain….hahaha
  2. Karena penataan yang baik itu pula lah makanya di Karawaci ga pernah ada yg namanya macet
  3. Kalo ke mall deket, tinggal meluncur dikit sampe deh, paling cuma sekitar 10 menit uda bisa nyampe di supermall Karawaci.
  4. Ga punya kendaraan? Tenang, ada yang namanya shuttle bus yang melewati perumahan-perumahan. Busnya pun ga kayak bus kota or M91 or Kopaja yang suka lalu lalang di Jakarta, pokoknya nyaman lah bus nya.

Kira-kira begitulah uraian sekilas tentang Binus dan Karawaci, kalo ada yang mau nambahin silakaann….boleh-boleh sajaaa.

Jadi, kalo misalnya saya ditanya lagi : lebih enak tinggal di Binus ato Karawaci? Jawaban saya akan tetap sama seperti di awal tadi, sulit buat memilih, pengennya sih gabungan dua-dua nya ya….hahaha. Walaupun sekarang saya di Karawaci, namun setiap kali saya main-main ke Binus ada perasaan ingin berteriak, “Aku pulaaannggg”. Mengapa begitu? Karena memang tidak bisa dipungkiri lagi, terlalu banyak kenangan bersama teman-teman di sana. Kenangan manis dan pahit, semua ada di sana. Dan saya tidak ingin membuang kenangan-kenangan itu, karena saya pun menjadi tersenyum saat ingat kembali kenangan-kenangan itu . Sampai sekarang pun saya masih tetap kontek dengan teman-teman di Binus. Walaupun jauh, tapi saya tidak ingin hubungan menjadi terputus, karena mereka terlalu berharga buat saya, mereka yang telah mengajarkan banyak hal.

Dan sekarang…di Karawaci ini, saya pun sedang berusaha mengukir kenangan-kenangan baru.

(more…)

The Power of Laughter Wednesday, Jan 28 2009 

Judul blog yang tertera di atas ini MUNGKIN mengingatkan sebagian orang pada lagu Celine Dion yang berjudul The Power of Love….mungkin lhohh…tapi kalau pada ga keinget ya gpp…karena emang postingan pertama saya ini ga ada hubungannya sama sekali ama tuh lagu…hehehe

Oh iya…sebelum ke main course nya saya mo sedikit bahas kenapa saya tiba2 bikin blog. Ya antara lain tiba2 saja saya ada keinginan untuk menulis n sekedar sharing gitu. Mohon maap kalo bahasanya or di mana2 berantakan ya…karena masih pemula nii…sekali lagi pemulaaa…jadi kalo mau ada yang bilang blog saya ini gaje alias ga jelas, sekali lg saya ingetin ya..saya ini PEMULA *maksa mode on* :p. Yah semoga saja saya konsisten untuk update blog ya…hahaha

Oke…sekarang main course nya. Beberapa hari yang lalu saya nonton sekilas acara Mario Teguh di Metro TV, walaupun cuma sekilas tapi ada 1 kalimat yang bikin saya merasa terkesan. Waktu itu Mario Teguh bilang, “orang yang mampu membuat kita tertawa maka secara tidak sengaja ia juga telah membuat hati kita hangat”, yah kira2 begitulah kalimatnya. Nah apa yang membuat saya terkesan dengan kalimat tersebut? Antara lain karena saya setuju. Ketika saya sedang merasa cemas, gelisah, takut or sedih dan tiba2 ada seseorang atau teman2 yang membuat saya tertawa maka seketika itu juga hati saya menjadi jauh lebih hangat. Mungkin ada yang bertanya : hati hangat itu kayak gimana sih? Kalo saya sih yang jelas setelah tertawa saya menjadi merasa nyaman dan kayak ada perasaan sedikit lega. Atau ketika saya merasa gelisah dan takut maka tangan saya menjadi dingin dan bahkan karena saking gelisahnya terkadang badan saya pun ikut menggigil, namun karena saya tertawa itu tadi ternyata bukan hanya hati saya yang menjadi hangat, badan pun jadi lebih hangat. Mungkin teman2 saya sendiri pun ga menyadari dampak itu buat saya, tapi ketika mereka membuat saya tertawa benar2 hal yang berharga. Jadi, tq so much buat sapa aja yang sudah sering buat saya tertawa.

Karena itu saya jadi rada kecanduan ketawa juga ni, tapi saya masih normal kok, ga bakal ketawa2 tanpa alasan…tenang sajaaa (emang sapa juga yang khawatir ya –’). Yah…jadi ketika saya merasa sedih or bingung rasanya pengeenn banget ketemu or kontek dengan mereka2 itu yang selalu bisa membuat saya tertawa. Ato kalo 2-2nya ga memungkinkan yah cukup dengan inget kekonyolan mereka aja…and suddenly i feel much better ^^.

So, kalau kekuatan tawa bisa sehebat itu kenapa kita ga sering2 membuat orang lain tertawa n tertawa bareng.

Well, sekian dulu yah postingan pertama saya…akhir kata….mari tertawa….HAHAHAHA